Manfaat Obat Spirulina

Spirulina merupakan tanaman ganggang yang berwarna hijau kebiruan. Spirulina ini mempunyai fungsi yang baik untuk kesehatan tubuh manusia. Sebelum mengetahui manfaat obat spirulina, lebih baik kita mengetahui klasifikasi dari spirulina ini. Spirulina ini mengandung berbagai macam protein dan juga nutrisi yang besar. Manfaat obat spirulina ini adalah karena kandungan protein yang besar di dalamnya yang bisa mengalahkan protein yang ada di dalam daging.

green_spirulina1

Manfaat obat spirulina untuk kesehatan ini adalah untuk menjaga kesehatan mata. Kandungan yang ada di dalam spirulina salah satunya adalah Zeaxanthin. Zat ini adalah zat yang mengandung berbagai manfaat yang bisa membantu dalam pemenuhan gizi manusia dan bisa mengurangi dari terjadinya masalah gangguan mata misalnya salah satunya adalah penyakit katarak.

Manfaat obat spirulina lainnya adalah untuk menangkal racun yang akan masuk ke dalam hati dan menyebabkan kerusakan pada hati. Masalah yang terjadi pada kerusakan hati juga ada hubungannya dengan obesitas serta pola makan yang tidak baik. Hal ini menimbulkan kerja hati semakin berat. Spirulina bisa membantu memperbaiki cara kerja hati. Dan selain bisa membantu cara kerja hati juga bisa bermanfaat dalam detoksifikasi. Proses pengeluaran racun dari dalam tubuh bisa dilakukan dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung spirulina ini.

Mengapa spirulina bisa membantu untuk mengeluarkan racun di dalam tubuh? Karena spirulina sudah terbukti menjadi agen dari chelasi yang bisa membantu dalam mengeluarkan toksin atau racun dalam bentuk merkuri dan juga substansi radioaktif yang ada di tubuh. Bisa membantu dalam mengangkat cadmium dan juga timbale dari air limbah.

Manfaat obat spirulina lainnya adalah untuk mengatasi masalah penyakit kanker atau sebagai antioksidan untuk mencegah terjadinya penuaan dini. Bisa melakukan pengeluaran racun yang ada di dalam tubuh dan bisa mengontrol kadar tekanan darah tinggi atau penyakit hipertensi. Membantu mengatasi masalah penyakit stroke, dan bisa membantu dalam mengatasi masalah diabetes.

 

Posted in Manfaat Spirulina | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kegunaan Spirulina

Spirulina merupakan tumbuhan air sejenis ganggang yang berwarna hijau kebiru-biruan. Tumbuhan ini berbentuk spiral, bersel satu, dan telah ada sejak 3,5 miliar tahun yang lalu. Spirulina ini lebih banyak dikonsumsi sebagai suplemen pangan (food suplement). Spirulina termasuk makanan yang menyehatkan. Beberapa ahli kesehatan menggolongkan spirulina ke dalam kelas green food. Salah satu kegunaan spirulina adalah kandungan proteinnya yang sangat tinggi. Warna hijau pada spirulina disebabkan oleh kandungan pigmen klorofil, sedangkan warna birunya berasal dari pigmen phycocyanin.

Dari berbagai riset yang dilakukan, kegunaan spirulina dapat dipakai untuk menanggulangi masalah malnutrisi, kolesterol, mengurangi resiko terserang penyakit kanker dan jantung, membangun sistem kekebalan tubuh dan bakteri usus, mengurangi resiko keracunan ginjal, menambah daya serap usus terhadap mineral, mengurangi dan mengontrol berat badan, serta mengurangi masalah pramenstruasi.

Sebagai pangan kesehatan nonkonvensional, kegunaan spirulina sangat efektif menanggulangi masalah malnutrisi. Asam laktat spirulina bisa dengan mudah diserap usus dibandingkan dengan asam laktat yang dikandung susu. Hanya dengan mengonsumsi 3,6 gram spirulina atau kira-kira 2/3 sendok makan, maka 100% asam-asam amino esensial yang dibutuhkan setiap hari oleh orang dewasa sudah terpenuhi.

Spirulina merupakan mikroalga yang sangat kaya betakarotin. Kandungan beta-karotin spirulina mencapai 23.000 IU per 10 g. Berarti 4 kali lebih tinggi daripada 1/2 mangkok wortel dan kentang atau 4-5 kali lebih tinggi daripada mikroalga Clorella dan 20 kali lebih tinggi dari semangka. Sumber lain dari betakarotin adalah pepaya, kangkung, lobak, kubis, blewah, aprikot, buah persik, sawo, dan mangga.

Kesehatan bakteri usus (lactobacillus) akan bermanfaat bagi kesehatan manusia karena dapat memperbaiki sistem penyerapan gizi, melindungi setiap infeksi dan merangsang sistem kekebalan tubuh. Sekitar dua dasawarsa lalu manfaat spirulina sudah diketahui mampu merangsang kecepatan pertumbuhan bakteri usus.

Spirulina merupakan tumbuhan air sejenis ganggang yang berwarna hijau kebiru-biruan. Tumbuhan ini berbentuk spiral, bersel satu, dan telah ada sejak 3,5 miliar tahun yang lalu. Spirulina ini lebih banyak dikonsumsi sebagai suplemen pangan (food suplement). Spirulina termasuk makanan yang menyehatkan. Beberapa ahli kesehatan menggolongkan spirulina ke dalam kelas green food. Salah satu kegunaan spirulina adalah kandungan proteinnya yang sangat tinggi. Warna hijau pada spirulina disebabkan oleh kandungan pigmen klorofil, sedangkan warna birunya berasal dari pigmen phycocyanin.

Dari berbagai riset yang dilakukan, kegunaan spirulina dapat dipakai untuk menanggulangi masalah malnutrisi, kolesterol, mengurangi resiko terserang penyakit kanker dan jantung, membangun sistem kekebalan tubuh dan bakteri usus, mengurangi resiko keracunan ginjal, menambah daya serap usus terhadap mineral, mengurangi dan mengontrol berat badan, serta mengurangi masalah pramenstruasi.

Sebagai pangan kesehatan nonkonvensional, spirulina sangat efektif menanggulangi masalah malnutrisi. Asam laktat spirulina bisa dengan mudah diserap usus dibandingkan dengan asam laktat yang dikandung susu. Hanya dengan mengonsumsi 3,6 gram spirulina atau kira-kira 2/3 sendok makan, maka 100% asam-asam amino esensial yang dibutuhkan setiap hari oleh orang dewasa sudah terpenuhi.

Spirulina merupakan mikroalga yang sangat kaya betakarotin. Kandungan beta-karotin spirulina mencapai 23.000 IU per 10 g. Berarti 4 kali lebih tinggi daripada 1/2 mangkok wortel dan kentang atau 4-5 kali lebih tinggi daripada mikroalga Clorella dan 20 kali lebih tinggi dari semangka. Sumber lain dari betakarotin adalah pepaya, kangkung, lobak, kubis, blewah, aprikot, buah persik, sawo, dan mangga.

Kesehatan bakteri usus (lactobacillus) akan bermanfaat bagi kesehatan manusia karena dapat memperbaiki sistem penyerapan gizi, melindungi setiap infeksi dan merangsang sistem kekebalan tubuh. Sekitar dua dasawarsa lalu manfaat spirulina sudah diketahui mampu merangsang kecepatan pertumbuhan bakteri usus.

Posted in Manfaat Spirulina | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Khasiat Dan Manfaat Spirulina

Warna hijau pada spirulina disebabkan oleh kandungan pigmen klorofil, sedangkan warna biru berasal dari pigmen phycocyanin. Tumbuhan ini telah dikonsumsi suku Aztek kuno di Meksiko sejak 5 abad lalu dan diolah dalam bentuk biskuit.

Spirulina lebih banyak dikonsumsi sebagai suplemen atau makanan kesehatan. Spirulina mempunyai manfaat yang luar biasa untuk kesehatan. Mengkonsumsi spirulina mendapat keuntungan dari pigmen klorofil yang memberi warna hijau, tetapi pigmen phycocyanin yang memberi warna biru.

Phycocyanin adalah pigmen terpenting dari mikroalga spirulina dan merupakan protein kompleks dengan kadar sekitar 20 persen dari seluruh berat kering spirulina. Itulah sebabnya spirulina dianggap sebagai sumber protein yang sangat baik. Kandungan protein per 100 gram spirulina dapat mencapai 57,5 gram. Konsumsi 100 gram spirulina dapat memenuhi seluruh kebutuhan tubuh akan protein setiap hari. Beberapa ahli menggolongkan spirulina ke dalam kelas green food.

Spirulina

Manfaat Spirulina Bagi Tubuh

1. Spirulina disarankan untuk dikonsumsi oleh wanita yang sedang mengandung karena wanita hamil memerlukan protein tinggi, yaitu berkisar 44-74 gram per hari. Protein spirulina sangat baik untuk mendukung pertumbuhan dan sel otak janin.

2. Orang dewasa yang terluka atau memar, mengonsumsi protein dapat membantu membangun kembali sel-sel yang rusak. Kadar proein spirulina tinggi tapi tidak mengandung kolesterol. Komposisi asam amino esensial lengkap

3. Pada kasus stoke, spirulina membantu mengarahkan sel-sel otak sehingga mencegah stroke berulang sekaligus mendorong regenerasi sel.

4. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa phycocyanin dapat menstimulasi kerja sel batang pada sumsum tulang. Sel batang mempunyai peran penting dalam memproduksi sel darah putih dan sel darah merah. Sel darah putih berfungsi membantu meningkatkan imunitas tubuh, sedangkan sel darah merah berfungsi mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Phycocyanin adalah pigmen dengan struktur mirip betakaroten, yang mampu meningkatkan sistem kekebalan dan berperan aktif melindungi tubuh dari penyakit tertentu. Penelitian di Jepang menunjukkan, pemberian phycocyanin secara oral pada tikus yang menderita kanker hati dapat meningkatkan kemampuan hidup tikus tersebut.

Sedangkan tikus yang menderita kanker darah setelah mendapat phycocyanin menunjukkan aktivitas limfosit (sel darah putih) yang lebih tinggi. Secara umum, sistem limfosit berfungsi memelihara kesehatan organ tubuh, mencegah atau melawan kanker, borok, pendarahan akibat wasir, dan penyakit lainnya.

Beberapa tahun terakhir ini, phycocyanin dilaporkan memiliki kemampuan sebagai antioksidan, anti radang dan pelindung sel otak. Efek antioksidan terbukti mampu membersihkan radikal bebas, seperti alkoksil, hidroksil dan peroksil.

Posted in Manfaat Spirulina | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kandungan Pada Spirulina

Seperti kebanyakan cyanophyceae, spirulina termasuk organisme obligat-fotoautotrof, yaitu organisme yang pertumbuhan selnya sangat tergantung pada cahaya matahari. Spirulina tidak mampu tumbuh dalam keadaan gelap atau jika dikultur di laboratorium harus dalam medium yang mengandung bahan organik sebagai sumber karbon.

Dalam keadaan terang dengan cahaya tinggi, spirulina bisa memanfaatkan glukosa sebanyak 0,1% sebagai sumber karbon dan berefek positif terhadap reproduksi selnya. Dalam kondisi terang dengan intensitas cahaya rendah dalam kultur sinkronisasi (16 jam terang dan 8 jam keadaan intensitas cahaya rendah) akan membuat biomasa spirulina membesar sampai 3 kali dibandingkan dengan kondisi pertumbuhan pada proses fotoautotrof biasa.

Kandungan nutrisi yang ada pada spirulina terutama proteinnya, jauh melebihi nilai nutrisi yang terkandung pada bahan pangan lain seperti daging, telur, kedelai dan sayuran.

Kesehatan manusia dapat terpelihara dengan baik apabila asupan nutrisi (protein, lemak, karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral) terpenuhi dengan baik dan memiliki kualitas dan kuantitas yang tepat, ketat dan berkesinambungan.

Untuk itu, pemilihan bahan pangan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh harus diperhatikan agar kesehatan kita kerap tetap prima. Salah satu alternatif bahan pangan alami yang bisa memenuhi asupan nutrisi untuk tubuh kita adalah spirulina, sebab kandungan nutrisi yang dimilikinya sangat lengkap.

Secara garis besar kandungan nutrisi yang ada pada spirulina berupa :

a. 60-70% protein
b. 15-25% karbohidrat
c. 6-8% lemak
d. 7-13% mineral
e. 8-10% serat
f. 3% kadar air

1. Kandungan Protein

Protein sangat dibutuhkan sekali bagi pertumbuhan manusia karena berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh. Kandungan protein spirulina jauh lebih besar dibandingkan dengan berbagai sumber protein yang dikandung oleh jenis bahan pangan lainnya.

Dari tabel di atas terlihat bahwa kandungan protein spirulina yang mencapai 60 – 70%, dua kali lebih besar dari pada kandungan protein yang dimiliki kacang kedelai dan susu bubuk yang hanya 35%, sementara untuk bahan pangan yang lain nilainya jauh lebih kecil.

2. Kandungan Asam Amino

Asam amino digunakan untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen dalam tubuh. Asam amino dapat menambah kadar oksigen dalam tubuh agar tubuh dapat bekerja lebih baik, energik, dan membuat daya tahan tubuh lebih kuat menghadapi penyakit. Kebutuhan asam amino pada setiap orang berbeda, tergantung jenis kelamin, umum, aktvitas dan berat badan.

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai kandungan asam amino yang ada pada spirulina hampir sama dengan standar yang ditetapkan oleh United State Food and Drugs Administration (USFDA). Artinya, kandungan asam amino pada spirulina mendekati sempurna. Kandungan methionine spirulina yang lebih rendah dari standar (144 mg) sangat baik karena methionine diduga dapat merangsang terjadinya kanker.

Posted in Manfaat Spirulina | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sejarah Spirulina

Spirulina berbentuk filamen (benang) yang tersusun atas sel-sel silindris. Spirulina adalah ganggang renik (mikroalga) berwarna hijau kebiruan yang hidupnya tersebar luas dalam semua ekosistem, mencakup ekosistem daratan dan ekosistem perairan baik itu air tawar, air payau maupun air laut.

Spirulina mudah tumbuh di danau-danau alami dengan keasaman air alkalis (pH 8,5 – 11) sehingga bisa tumbuh monokultur (murni) seperti di danau Chad, Lembah Rift, Texcoco, Togo, Ethiopia, Kenya dan Peru. Di Indonesia mikroalga ini tumbuh endemik di Situ Ciburuij, Padalarang dan Ranu Kelakah. Spirulina dapat tumbuh subur pada kisaran suhu 18-40 derajat Celcius dengan intensitas cahaya rendah sampai tinggi (500-350.000 lux).

Dalam dunia tumbuhan, spirulina dikelompokkan ke dalam Thallophyta yaitu tumbuhan yang tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Di kelompok Thallophyta, spirulina masuk dalam dunia alga dengan klas Chrysophyceae atau karena tidak memiliki inti sel (akaryota).

Spirulina

Bakal inti sel spirulina tersusun atas partikel-partikel khromatin. Dinding sel spirulina mengandung polisakarida dalam bentuk mukopolisakarida seperti bakteri yang berfungsi sebagai makanan cadangan. Spirulina memiliki zat warna Cyanophysin sehingga dikenal juga dengan nama Cyanobakterium. Kelompok Cyanophyceae dicirikan oleh adanya zat warna hijau kebiruan (Cyanophysin), tidak memiliki flagella dan bergerak dengan meluncur.

Ganggang renik spirulina adalah multiselular berbentuk filamen (benang) yang tersusun atas sel-sel berbentuk silindris tanpa sekat pemisah (septa), tidak bercabang dengan trikhoma (benang) berbentuk helik (berpilin) dan berwarna hijau kebiruan. Panjang Trikhoma sekitar 20 mm, sehingga terlihat dengan mata telanjang. Diameter sel 1-3 μm pada tipe yang lebih kecil, sedangkan pada tipe yang lebih besar 3-12 μm. Meskipun demikian, ada juga sel spirulina yang tumbuh sampai 35-50 μm seperti yang ada di Danau Chad, Meksiko.

Sitoplasma spirulina mempunyai sekat pemisah (septa). Septa inilah yang oleh para ahli fikologi digunakan untuk membuat sistematika dari tipe spirulina. Pada sitoplasma spirulina tampak adanya granular sitoplasma yang mengandung vakuola gas.

Di bawah pengamatan mikroskop tampak adanya 4 lapisan dinding sel, sebagai berikut :

1. Lapisan eksternal atau lapisan terluar yang posisinya sejajar dengan sel axis dan bersifat gram negatif

2. Lapisan berikutnya adalah lilitan lapisan protein fibril sepanjang trikhoma

3. Lapisan peptidoglikan, letaknya menuju ke dalam filamen dan menyatu dengan lapisan septa atau dinding pemisah antar sel yang berbentuk cakram tipis, berkaitan dengan belitan spiralnya. Kandungan peptidoglikan mencapai 50% dari berat biomasa. Apabila septanya hilang, sel akan mengalami transformasi genetika menjadi bentuk non spiral yang bersifat permanen.

4. Selaput lendir dinding sel yang terdiri atas senyawa gula seperti glukosa, galaktosa, arabinosa, manosa, xylosa dan rhamnosa dalam jumlah sedikit yang dikeluarkan melalui poriositi dinding sel. Selaput lendir tersebut berfungsi untuk melindungi dinding sel dari kekeringan dan memudahkan pergerakan sel.

Spirulina mempunyai badan polihedral, butir-butir cyanophysin, butir-butir glikogen, ribosum 70 S, butir lemak, badan polifosfat, dan vakuola gas dalam kromoplasmanya. Badan polihedral spirulina merupakan enzim robisko atau ribulosa bifosfatkaboksilase dalam bentuk partikel-partikel karboksisom pada bakteri. Butir-butir cyanophysin terdiri atas polipeptida berupa aspartat dan arginin serta butir-butir pati. Badan polifosfat merupakan tempat cadangan fosfat. Sedangkan vakuola gas berupa kantong-kantong udara berbentuk silindris yang tersusun berkelompok. Vakuola gas digunakan untuk menyimpan oksigen, mengambang, dan sekaligus mempertahankan berat jenis sel terhadap jenis air.

Tilakoid spirulina yang tersebar di dalam kromoplasma merupakan tempat melakukan fotosintesis untuk menghasilkan klorofil a. Pada permukaan tilakoid terdapat granula fikobilisom yang terdiri atas fikobiliprotein yang berfungsi menyerap cahaya dan melindungi pigmen fotosintesis terhadap oksidasi cahaya berintensitas tinggi. Fikobiliprotein pada sparulina berbentuk pigmen fikosianin dan allofikosianin. Cahaya yang diserap oleh fikosianin akan ditransfer ke allofikosianin kemudian diteruskan ke pusat reaksi berupa klorofil a pada membran tilakoid. Pigmen lain pada spirulina adalah karotenoid yang terdiri atas xantofil dan beta karoten. Fungsi karotenoid adalah melindungi klorofil dari reaksi fotooksidasi dengan mengikat molekul oksigen bebas yang dihasilkan dalam proses hidrolisis. Dalam keadaan terekspos molekul oksigen, struktur klorofil menjadi rusak melalui proses oksidasi karena tidak terlindungi oleh karotenoid.

Posted in Manfaat Spirulina | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment