Kandungan Pada Spirulina

Seperti kebanyakan cyanophyceae, spirulina termasuk organisme obligat-fotoautotrof, yaitu organisme yang pertumbuhan selnya sangat tergantung pada cahaya matahari. Spirulina tidak mampu tumbuh dalam keadaan gelap atau jika dikultur di laboratorium harus dalam medium yang mengandung bahan organik sebagai sumber karbon.

Dalam keadaan terang dengan cahaya tinggi, spirulina bisa memanfaatkan glukosa sebanyak 0,1% sebagai sumber karbon dan berefek positif terhadap reproduksi selnya. Dalam kondisi terang dengan intensitas cahaya rendah dalam kultur sinkronisasi (16 jam terang dan 8 jam keadaan intensitas cahaya rendah) akan membuat biomasa spirulina membesar sampai 3 kali dibandingkan dengan kondisi pertumbuhan pada proses fotoautotrof biasa.

Kandungan nutrisi yang ada pada spirulina terutama proteinnya, jauh melebihi nilai nutrisi yang terkandung pada bahan pangan lain seperti daging, telur, kedelai dan sayuran.

Kesehatan manusia dapat terpelihara dengan baik apabila asupan nutrisi (protein, lemak, karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral) terpenuhi dengan baik dan memiliki kualitas dan kuantitas yang tepat, ketat dan berkesinambungan.

Untuk itu, pemilihan bahan pangan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh harus diperhatikan agar kesehatan kita kerap tetap prima. Salah satu alternatif bahan pangan alami yang bisa memenuhi asupan nutrisi untuk tubuh kita adalah spirulina, sebab kandungan nutrisi yang dimilikinya sangat lengkap.

Secara garis besar kandungan nutrisi yang ada pada spirulina berupa :

a. 60-70% protein
b. 15-25% karbohidrat
c. 6-8% lemak
d. 7-13% mineral
e. 8-10% serat
f. 3% kadar air

1. Kandungan Protein

Protein sangat dibutuhkan sekali bagi pertumbuhan manusia karena berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh. Kandungan protein spirulina jauh lebih besar dibandingkan dengan berbagai sumber protein yang dikandung oleh jenis bahan pangan lainnya.

Dari tabel di atas terlihat bahwa kandungan protein spirulina yang mencapai 60 – 70%, dua kali lebih besar dari pada kandungan protein yang dimiliki kacang kedelai dan susu bubuk yang hanya 35%, sementara untuk bahan pangan yang lain nilainya jauh lebih kecil.

2. Kandungan Asam Amino

Asam amino digunakan untuk mempertahankan keseimbangan nitrogen dalam tubuh. Asam amino dapat menambah kadar oksigen dalam tubuh agar tubuh dapat bekerja lebih baik, energik, dan membuat daya tahan tubuh lebih kuat menghadapi penyakit. Kebutuhan asam amino pada setiap orang berbeda, tergantung jenis kelamin, umum, aktvitas dan berat badan.

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai kandungan asam amino yang ada pada spirulina hampir sama dengan standar yang ditetapkan oleh United State Food and Drugs Administration (USFDA). Artinya, kandungan asam amino pada spirulina mendekati sempurna. Kandungan methionine spirulina yang lebih rendah dari standar (144 mg) sangat baik karena methionine diduga dapat merangsang terjadinya kanker.


=====================================

>>> Spirulina Luxor Makanan Terlengkap Untuk Kesehatan Yang Membersihkan (Detoksifikasi) dan Memberi Gizi, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Manfaat Spirulina and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *